Upaya Menyehatkan Bangsa dengan Rokok Elektronik

MULA kisah dari pasangan Dimasz Jeremia dan Valeska yang berdagang keliling dengan koper. Akhirnya mereka membuka toko vape pertama di Indonesia dengan merek MOVI di Jalan Blora, Jakarta, pada 2013. Seiring perkembangan zaman, Dimasz bersama beberapa temannya punya visi untuk menyehatkan bangsa dengan memberikan alternatif bagi perokok.

Benarkah rokok elektronik lebih sehat daripada yang konvensional? Ia mendasarkan pada 2018 US National Academies of Sciences, Engineering and Medicine menemukan bukti ilmiah bahwa rokok elektronik jauh lebih tidak berbahaya daripada rokok konvensional. Public Health of England telah menyatakan bahwa rokok elektronik 95% lebih tidak berbahaya dibanding rokok konventional. Tren dunia sekarang pun tengah beralih ke produk alternatif untuk nicotin dependency.

Karena itu, bahu membahu mereka mengembangkan MOVI (ministry of vape Indonesia), sehingga dapat menjadi pemimpin pasar di electronic nicotin delivery system. MOVI tidak hanya menjual produk di dalam negeri, tetapi juga telah mengekspor ke luar negeri. Merek seperti DistrictOne21, Skcub, Komodo Breakfast, KUY, ISWCTH, AFLO series, telah menjadi merek legendaris di kalangan konsumen.

Pada 2019, MOVI mengeluarkan rokok elektronik dengan merek ISWTCH yang menjadi pemimpin pasar dalam waktu singkat. Pada 2020 MOVI mengeluarkan brand KUY untuk mendampingi kesuksesan ISWTCH. Dalam waktu singkat KUY menjadi pemimpin pasar rokok elektronik refillable di segmen vaping replacement pod. KUY menggantikan alat alat vaporisasi yang lazimnya berbentuk besar seperti Nokia Communicator. Ia menjadi produk vaping replacement pod nomor satu di Indonesia dan terjual lebih dari satu juta unit.

Pada akhir Juni 2021, MOVI meluncurkan produk AFLO dan menjual 50 ribu unit dalam waktu kurang dari 1 bulan. “Angka penjualan Ini diluar ekspektasi. Kami sangat bersyukur bahwa produk AFLO dapat diterima pasar dengan baik. Malah AFLO lebih hype dibanding saat launching KUY. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan AFLO dan KUY secara berkala sehingga dapat memberikan user experience yang memuaskan bagi para pengguna produk AFLO dan KUY,” ujar Dimasz Jeremia, CEO MOVI, dalam keterangan resmi, Selasa (13/7).

Pihaknya berusaha memberikan alternatif produk inovatif dengan risiko lebih rendah dengan harga murah dan ekonomis yang terjangkau. Dengan demikian, konsumen mau beralih dari rokok konvensional bisa mendapatkan penghematan hingga 80%. “AFLO merupakan pengembangan dari ISWTCH terdaftar di lebih dari 33 negara. Kami sangat serius untuk mengembangkan produk ini tidak hanya di Indonesia tetapi juga di market ASEAN dan global,” jelas Dimasz yang juga merupakan penasihat di AVI (Assosiasi Vaper Indonesia). (OL-14)

Sumber Artikel : https://mediaindonesia.com/humaniora/418264/upaya-menyehatkan-bangsa-dengan-rokok-elektronik

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *