Kurang Dari Satu Bulan, MOVI Berhasil Jual Smoking Pod Replacement AFLO Sebanyak 50 Ribu Units

INDUSTRY.co.id – Jakarta – Pada akhir Juni 2021, PT Movi Ventura Prima atau yang lebih dikenal dengan Ministry of Vape Indonesia (MOVI) meluncurkan produk AFLO dan telah berhasil menjual 50 ribu unit dalam waktu kurang dari 1 bulan.

“Angka penjualan Ini diluar ekpektasi kami, kamu sangat bersyukur bahwa produk  AFLO ini bisa diterima pasar dengan baik, malah AFLO ini lebih hype dibanding saat  launching KUY. Kami berkomitment untuk terus mengembangkan AFLO dan KUY secara berkala sehingga kami bisa memberikan user experience yang memuaskan bagi para pengguna produk AFLO dan KUY,” ujar Dimasz Jeremia, CEO MOVI yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (12/7/2021).

KUY adalah alat pod kecil dengan kemampuan menghasilkan uap sebanyak pod-pod hobbyst  yang berukuran besar. KUY adalah vaping replacement pod untuk para vapers, sedangkan AFLO adalah smoking replacement pod untuk perokok guna mengantikan rokok konvesional.

AFLO dikalangan vaporista seringkali disebut MTL pod, artinya hisapan dari mulut dulu sebelum ke paru paru.  Sedangkan KUY biasanya di sebut DTL pod untuk vaper, dimana teknik DTL ini disebut direct to lung, hisapan langsung ke dalam paru paru.   

“Kami sadar bahwa banyak sekali tantangan di masa pandemi ini, visi MOVI adalah menyehatkan bangsa melalui inovasi.  MOVI berusaha sebisa mungkin memberikan alternatif produk inovatif dengan resiko yang lebih rendah dengan harga murah dan ekonomis yang terjangkau sehingga konsumen yang mau beralih dari rokok konvensional bisa mendapatkan penghematan hingga 80 persen.” ucap Dimasz.

“AFLO merupakan pengembangan dari ISWTCH. AFLO adalah brand MOVI yang sudah terdaftar di lebih dari 33 negara, dan MOVI sangat serius untuk mengembangkan produk ini tidak hanya di Indonesia tapi juga di market ASEAN dan global”, jelas Dimasz, yang juga merupakan pensehat di AVI, Assosiasi Vaper Indonesia.

Menurut Dimasz, Industri cigarette adalah industry yang sudah ada lebih dari 100 tahun lampau, dan telah melewati masa masa revolusi perdagangan, politik maupun budaya. Menuju tahun 2021 pasca Covid, masyarakat dunia melangkah ke arah tren masa depan, dimana kesehatan menjadi hal yang sangat diperhatikan.

“AFLO menawarkan ‘new ways of smoking’ dimana pengguna bisa mendapatkan asupan nikotin yang cukup tanpa menghisap asap pembawa tar yang berbahaya bagi kesehatan,” ungkap Dimasz.

Dimasz adalah seorang perokok sebelumnya dan merasakan pengaruh dari merokok berat di dalam dirinya sendiri, dimana nafas seringkali menjadi pendek dan sering terengah engah dan mulut menjadi bau.

“Berkat dukungan dari banyak komunitas, MOVI sekarang telah berkembang menjadi perusahaan bio technology dimana MOVI memiliki pabrik,  patent-patent innovasi dan banyak intellectual properties yang menjadikan produk produk kami unik dan berbeda, contohnya adalah teknologi NICSAL99+ yang memberikan asupan nicotin yang cukup tanpa iritasi di leher,” ucapnya.

“Biasanya produk produk rokok elektronik mempunyai apa yang disebut throat hit, yang merupakan sensasi pedas di leher, dengan NICSAL99+, AFLO pod memberikan sensasi yang sangat halus ditenggorokan tapi memberikan sensasi yang sama seperti orang merokok,” imbuh Dimasz.

Produk AFLO merupakan hasil desain tim R&D MOVI yang dilindungi oleh hak cipta dan paten nasional dan internasional baik dalam rancang perangkat maupun teknologi ekstrasi nikotin dan merupakan karya anak bangsa Indonesia.

MOVI tidak hanya menjual produk produknya di dalam negeri, tetapi juga telah mengekspor produknya ke luar negeri. Ministry of Vape Indonesia adalah market leader di industri nicotin delivery system dengan beberapa top brand yang dimilikinya yaitu AFLO, KUY, ISWTCH, EMOJI, Komodo Breakfast, Skcub, DPRO, DistrictOne21, Fivepawn.

Sumber Artikel : https://www.industry.co.id/read/88992/kurang-dari-satu-bulan-movi-berhasil-jual-smoking-pod-replacement-aflo-sebanyak-50-ribu-units#.YOvMFoVRQoM.whatsapp

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *